Ilmu
pengetahuan adalah himpunan pengetahu Al-Qur’an secara ilmu kebahasaan berakar
dari kata qaraa yaqrau qur’anan yang bererti “bacan atau yang dibaca”. Secara
general Al-Qur’an didefenisikan sebagai sebuah kitab yang berisi himpunan kalam
Allah, suatu mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui
perantaraan malikat Jbril, ditulis dalam mushaf yang kemurniannya senantiasa
terpelihara, dan membacanya merupakan amal ibadah.
Al- Qur’an adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, sejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah Al-Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengethuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan[1], semuanya telah terkafer di dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablum minallah); sesama manusia (Hablum minannas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan sebgaianya.(Q.S. Al-an’am: 38). Dan dibawah ini adalah beberapa ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan :
Al- Qur’an adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, sejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah Al-Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengethuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan[1], semuanya telah terkafer di dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablum minallah); sesama manusia (Hablum minannas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan sebgaianya.(Q.S. Al-an’am: 38). Dan dibawah ini adalah beberapa ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan :
1.
QS AL
ANBIYA ayat 30 tentang penciptaan alam semesta
“Dan
apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu
menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman?” (QS AL ANBIYA ayat 30)
Ayat tersebut berkaitan dengan “Big
bang theory” yaitu teori terbentuknya alam semesta yang menyatakan bahwa pada
awalnya alam semesta merupakan satu kesatuan, kemudian terjadi ledakan besar
yang menghasilkan pecahan-pecahan dan meluas.
2.
QS AS
SAJDAH ayat 5 dan QS AL MA’AARIJ ayat 4 tentang relativitas waktu
“Dia
mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu” (QS AS SAJDAH ayat 5)
“Para
malaikat dan jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan
lima puluh ribu tahun” (QS AL
MA’AARIJ ayat 4)
Kedua ayat di atas berkaitan dengan
temuan bahwa waktu akan berjalan lebih lambat seiring dengan kecepatan cahaya.
Semakin kita bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka semakin
lambat pergerakan waktu kita.
Teori ini dikemukakan oleh Einstein
dimana telah dilakukan penelitian menggunakan dua buah jam atom: jam A dan jam
B. Jam A disimpan di bumi, sedangkan jam B dibawa keliling dunia via pesawat
jet. Hasilnya? Setelah sampai di bumi lagi, Jam B menunjukkan keterlambatan
waktu sepersekian juta detik terhadap jam A.
3.
QS AR RA’D
ayat 2 tentang keberadaan atmosfer
“Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana)
yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy...” (QS AR RA’D ayat 2)
Kata-kata “langit tanpa tiang”
merujuk kepada keberadaan atmosfer yang selalu mengelilingi lapisan bumi dan
menjaga agar bumi selamat dari berbagai macam serangan komponen alam dari luar.
4.
QS ATH
THARIQ ayat 11 tentang fungsi atmosfer
“Demi langit yang mengandung hujan” (QS ATH THARIQ ayat 11)
Berdasarkan ayat tersebut dapat
diketahui bersama bahwa atmosfer berfungsi untuk mencegah uap air di bumi yang
menguap hilang ke luar angkasa. Jika itu terjadi maka akan berakibat sangat
fatal karena bumi bisa mengalami kekeringan luar biasa. Dengan adanya atmosfer,
uap air akan ditahan di langit dalam bentuk awan untuk kemudian turun kembali
ke bumi menjadi hujan.
5.
QS AL MULK
ayat 3 tentang Lapisan Atmosfer
“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan
kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.
Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?” (QS AL MULK ayat 3)
Ilmu pengetahuan yang berhasil
diteliti dan diidentifikasi secara ilmiah menyatakan bahwa atmosfer terdiri
dari 7 lapisan yaitu troposfer, stratosfer, ozonesfer, mesosfer, termosfer,
ionosfer, dan eksosfer.
6.
QS AL
AN’AM ayat 125 tentang Keadaan Tekanan Udara
“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah
(petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang
siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak,
seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa
kepada orang-orang yang tidak beriman”
(QS AL AN’AM ayat 125)
Ilmu pengetahuan menunjukan bahwa
semakin tinggi suatu tempat dari permukaan laut semakin rendah tekanan udara dan
semakin tipis kadar oksigennya. Keadaan udara ini mendorong peningkatan takanan
darah dan menjadikan sulit bernafas.
7.
QS AN NUR
ayat 43 tentang Proses Terjadinya Hujan
“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan
bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya
bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya...” (QS AN NUR ayat 43)
Ayat di atas menunjukan kebenaran
terkait dengan proses terjadinya hujan (cukup jelas).
8.
QS AN NUR
ayat 40 tentang Keadaan Dasar Laut
“Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di
lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada
(lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia
mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi
cahaya (petunjuk) oleh Allah maka dia tidak mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS AN NUR ayat 40)
Berdasarkan riset ilmiah, sinar
matahari terdiri dari 7 warna. Warna merah yang memiliki panjang gelombang
terpendek akan diserap sampai kedalaman kurang lebih 20 meter. Setelah itu
tidak akan tampak warna merah yang berasal dari matahari. Warna biru yang
panjang gelombangnya terpanjang hanya mencapai 200 meter. Di kedalaman
berikutnya di dalam laut hanya diselimuti kegelapan.
9.
QS AR
RAHMAAN ayat 19-20 tentang Mukjizat Dasar Laut
“Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya
bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing” (QS AR RAHMAAN ayat 19-20)
Ayat tersebut berhubungan dengan
penemuan sungai dalam gua di bawah laut di Cenote Angelita beberapa waktu silam
oleh Anatoly Beloshchin.
10. QS ATH THALAAQ ayat 12 tentang Lapisan Bumi
“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan)
Bumi juga serupa.” (QS ATH THALAAQ ayat 12)
Riset ilmiah menyatakan bahwa bumi
juga terdiri dari 7 lapisan seperti halnya langit yang memiliki 7 lapisan.
11.
QS AN NABA
ayat 6-7 tentang Lempengan Besar di Bumi
“Bukankah Kami telah menjadikan Bumi sebagai hamparan, dan
gunung-gunung sebagai pasak?”
(QS AN NABA ayat 6-7)
Riset menunjukkan bahwa lapisan
terluar dari bumi terdiri dari banyak lempengan besar yaitu pasific,
north america, south america, african, eurasian, australia, dan antartica.
Lempengan tersebut mengalami pergeseran yang jika cukup besar akan dirasakan
sebagai gempa bumi. Oleh karena itu Allah menciptakan gunung yang tertanam
lebih dalam di bumi (pasak) agar lempengan-lempengan bumi yang bergeser tetap
terjaga kestabilannya.
12.
QS YUSUF
ayat 7 tentang Pengelolaan Panen
“Dia (Yusuf) berkata, Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun
(berturut-turut) sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu
biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan" (QS YUSUF ayat 7)
Teknik memanen gandum yang efektif
agar dapat bertahan lama yaitu dengan cara mempertahankan bulir gandum
ditangkainya. Teknik ini dipakai oleh para petani sampai sekarang.
13.
QS AN NAHL
ayat 68 tentang Binatang Lebah
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, buatlah sarang di
gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat manusia” (QS AN NAHL ayat 68)
Lebah merupakan salah satu binatang
yang disebutkan dalam Al Quran yang mendapat ilham dari Allah. Salahs atu
buktinya adalah kita dapat melihat lebah membangun sarang madu dalam bentuk
heksagon (segi enam) karena para pakar meneliti bahwa memang pemanfaatan paling
optimal keseluruhan ruang tidak mungkin diperoleh dari bentuk selain
heksagon.
14.
QS AN NAHL
ayat 66 tentang Binatang Pemamah Biak
“Dan sungguh pada hewan ternak itu benar-benar terdapat
pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam
perut-perut (buthunihi) berupa susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah
ditelan bagi orang yang meminumnya.”
(QS AN NAHL ayat 66)
Meskipun ilmu pengetahuan baru dapat
mengidentifikasi bahwa hewan pemamah biak memiliki banyak perut, hal ini sudah
dijelaskan dalam Al Quran ayat di atas dengan penggunaan kosakata (butuhunihi)
yang berarti perut-perut.
15.
QS AL
MU’MINUUN ayat 12-14 tentang Proses Penciptaan Manusia
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan
manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudia kami menjadikannya air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami
jadikan sesuatu yang melekat lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya
makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang Paling Baik.” (QS
AL MU’MINUUN ayat 12-14)
Tidak ada penjelasan ya...karena
ayat tersebut sudah sangat jelas.
16.QS
AL QIYAAMAH ayat 3-4 tentang Teknologi Sidik Jari
“Apakah menusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan
(kembali) tulang belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari
jemarinya dengan sempurna.” (QS AL
QIYAMAAH ayat 3-4)
Setiap manusia memiliki kekhususan
jari jemari yang berbeda antara manusia yang satu dengan lain, sehingga pada
hari kiamat pun jari tangan tidak luput dari perhatian Allah untuk disusun
kembali dan dimintakan pertanggungjawaban atas perilaku manusia tersebut karena
hanya ada satu sidik jari tertentu untuk satu manusia.
17. QS AN NAML ayat
40 tentang Informatika
“Seorang yang mempunyai ilmu dari
kitab berkata “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu
berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di
hadapannya, dia pun berkata “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah
aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)” QS AN NAML ayat 40
Ayat di atas mengilhami inovasi
teknologi informasi yang terus berkembang hingga sekarang. Mulai dari jaman
dahulu adanya sms yang mampu mengirim pesan dalam hitungan detik, kemudian foto,
akhirnya kini banyak sekali hal dari berbagai penjuru dunia yang dapat diakses
via internet dalam hitungan detik saja.
18. QS AL A’RAAF ayat 142 tentang Operasi Penjumlahan
“Dan kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat)
tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam
lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam” (QS AL A’RAAF ayat 142)
Operasi penjumlahan yang berhasil
dikaji dari ayat di atas adalah 30 + 10 = 40
19. QS AL ANKABUUT ayat 14 tentang Operasi Pengurangan
“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka
dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun.
Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang
zalim” (QS AL ANKABUUT ayat 14)
Operasi pengurangan yang dikai dari
ayat di atas adalah 1000 tahun – 50 tahun = ....
Pertanyaannya adalah mengapa tidak
langsung ditulis daja hasilnya? Sebab, manusia senantiasa diperintahkan untuk
berpikir dan menemukan ilmu-ilmu yang baru.
20. QS AL BAQARAH ayat 282 tentang Akuntansi
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menjalankan
sesuatu urusan dengan hutang piutang yang diberi tempoh hingga ke suatu masa
yang tertentu, maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu.
Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan adil (benar).
Dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah
mengajarkannya. Oleh itu, hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yang berhutang
itu merencanakan (isi surat hutang itu dengan jelas). Dan hendaklah ia bertaqwa
kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangkan sesuatu pun dari hutang
itu. Kemudian jika orang yang berhutang itu bodoh atau lemah atau ia sendiri
tidak dapat hendak merencanakan (isi surat itu), maka hendaklah di rencanakan
oleh walinya dengan adil (benar) dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi
lelaki dari kalangan kamu. Kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki,
maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang yang
kamu setujui menjadi saksi, supaya jika yang seorang lupa dari saksi-saksi
perempuan yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh yang seorang lagi. Dan
janganlah saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi. Dan
janganlah kamu jemu menulis perkara hutang yang bertempoh masanya itu, sama ada
kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil disisi Allah dan
lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi, dan juga lebih hampir kepada
tidak menimbulkan keraguan kamu. Kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai
yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak
menulisnya. Dan adakanlah saksi apabila kamu berjualbeli. Dan janganlah
mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan. Dan kalau kamu melakukan (apa
yang dilarang itu), maka sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan fasik
(derhaka) yang ada pada kamu. Oleh itu hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan
(ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu dan Allah sentiasa
Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.” (QS
AL BAQARAH ayat 282)
Surat Al Baqarah ayat 282 merupakan
ayat terpanjang di Al Quran. Ayat tersebut mengkaji bagaimana utang-piutang
seharusnya dicatat. Pencatatan dalam utang piutang ini mengilhami bagaimana sistem
pencatatan dalam akuntansi dibentuk. Oleh karena itu ilmu akuntansi yang
kebanyakan orang berpikiran bahwa akuntansi itu berasal atau ditemukan dari
bangsa barat, sebenarnya ilmu ini telah ada pada kitab suci Al Quran jauh
ribuan tahun sebelum itu.
Dapat kita jadikan pelajaran
bersama, salah satu mukjizat terbesar Rasulullah yaitu Al Quran rupanya telah
benar terbukti menjadi sumber segala ilmu pengetahuan sekaligus mukjizat
terbesar bagi umat manusia sepanjang masa. Ayat-ayat di atas hanya beberapa
sample kecil dari sekian banyak ayat yang telah berhasil dikaji. Sangat besar
kemungkinannya juga bahwa di masa yang akan datang akan muncul lagi ilmu
pengetahuan yang baru dimana ilmu tersebut telah lebih dahulu tersaji dengan
sistematis dalam ayat-ayat Al Quran karena kebesaran Allah SWT. Subhanallah.
sumber:





