Gelap Gulita Lautan yang Dalam

Bumi terdiri dari 2 wilayah yakni lautan dan daratan. Wilayah daratan tempat manusia berpijak itu sendiri mempuyai luas kurang lebih 148.940.000 km2 yakni hanya sekitar 29,2 % dari wilayah bumi
dan sebagian besar merupakan perairan 361.132.000 km2 atau sekitar 70,8 % wilayah di Bumi. Lebih
luasnya perairan di Bumi menyebabkan wilayah daratan dikelilingi oleh lautan yang amat luas, baik dari lautan dangkal sampai  dengan lautan terdalam. Lautan terdalam yang ada di bumi yakni Palung Mariana yang terdapat di barat Samudera Pasifik dan sebelah timur Pulau Marina. Lautan terdalam tersebut menyimpan banyak mister, dengan keadaan lautan yang sangat gelap. Hal tersebut juga dijelaskan dalam Al-Qur’an yang turun 1400 tahun yang lalu yakni pada surat An-Nur ayat 40:

Artinya:
“Atau seperti gelap gulita lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang bertindih-tindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunya cahaya sedikitpun.”

Kegelapan yang pekat yang dimulai dari 50 hingga 1000 meter terjadi akibat berlapis-lapisnya kegelapan didalam laut, dan timbul karena dua sebab:

1.      Kegelapan Kedalaman
Cahaya terdiri dari tujuh warna (merah, oranye, jining, hijau, nila, ultraviolet dna biru). MAsing-masing warna mempunyai panjang gelombang sendiri. Dan kemampuan warna menembus lautan tergantung panjang gelombangnya. Misalnya warna merah akan terserap pada kedalaman lebih dari 20 meter, dan sesudah itu keberadaanya tersembunyi. Penyelam yang terluka dan mengeluarkan darah pada kedalam tersebut darah tersebut akan terlihat dengan warna kehitaman.

2.      Kegelapan Tabir
Kegelapan tabir berupa:
a. Kegelappan awan. Biasanya awan menutupi permukaan samudera yang dalam akibat pengapan air, dan awan itu menjadi tabir yang relatif bagi cahaya matahari, sehingga terjadilah kegelapan pertama pada tabir-tabir, yang kita lihat dalam bentuk bayangan awan pada permukaan tanah dan laut.
b. Kegelapan gelombang permukaan. Permukaan yang miring pada gelombang permukaan laut merupakan permukaan yang memantulkan cahaya matahari. Orang yang mengamati permukaan laut dapat melihat sejauh mana kilauan cahaya yang dipantulkan permukaan miring dari gelombang permukaan.
c. Kegelapan pada gelombang dalam
Pada kegelapan gelombang inilah dijelaskannya surat An-Nur Ayat 40 secara ilmiah:
·      Al Qur’an memastikan keberadaan beberapa kegelapan di laut yang dalam. Al Qur’an merinci penjelasannya dengan kata lujjiyyin (sangat dalam) agar pembaca tahu bahwa kegelapan-kegeapan tersebut tidak ada kecuali kecuali di laut yang dalam. Para ahli bahasa dan tafsir menjelaskan kata tersebut. Qatadah dan penulis tafsir Al Jalalain mengatakan bahwa kata lujjiyyin berarti dalam.
Az-Zamakhsyari mengatakan artinya adalah dalam lagi banyak airnya. Ath-Thabari mengatakan, “Kata laut disifati dengan kata lujjiyyin yang berarti dalam lagi banyak air. Sementara Al Busyiri mengatakan bahwa maksudnya adalah laut yang tidak diketahui dasarnya. Kata tersebut terambil dari kata lujjah yang berarti banyak air, bentuk pluralnya adalah lujaj. Kata iltajja al-bahru berarti laut itu saling berhantaman ombak-ombaknya.
·         Kegelapan-kegelapan tersebut berjadi karena kedalaman. Az-Zamakhsyari mengatakan, “Maksudnya dengan kegeapan-kegelapan tertumpuk-tumpuk dari kedalaman laut, gelombang dan awan.” Al Khazin mengatakan, “Seperti kegelapan-kegelapan di laut yang dalam lagi banyak airnya.” Maksudnya, laut yang dalam itu dasarnya sangat gelap akibat banyaknya air.”
·      Ayat tersebut menyebutkan keberadaan gelombang lain di atas gelombang pertama. Allah berfirman, “Yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula).” Ini adalah gambaran tentang laut, yaitu adanya dua gelombang pada saat yang bersamaan, di mana yang satu berada di atas yang lain. Bukan gelombang-gelombang yang beruntun di satu tempat, melainkan ada pada satu waktu, di mana gelombang kedua berada di atas gelombang pertama.
·    Ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa letak gelombang kedua di atas gelombang pertama itu seperti letak awan di atas gelombang kedua. Allah berfirman, “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…”
·        Ayat tersebut juga menyebutkan gelombang yang menutupi lautan dalam, sebagaimana ia menyebutkan keberadaan gelombang kedua di atas gelombang pertaam. Hal ini menunjukkan keberadaan laut di atas gelombang pertama dan laut dalam, yaitu laut permukaan yang ditutupi oleh gelombang kedua yang di atasnya terdapat awan.
·        Al Qur’an menetapkan peran ketiga tabir dalam membentuk kegelapan-kegelapan di laut yang dalam, dan bahwa kegelapan tersebut bertindih-tindih.
·       Ayat tersebut juga mengandung penjelasan tentang tujuh kegelapan di kedalaman pada bagian awal, dan tiga kegelapan tabir di bagian akhir.

Para ilmuan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lauta, yang “terjadi pada pertemuan lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau masaa jenis yang berbeda .“ Gelombang yang dinamakan internal ini meluputi wilayah perairan dikedalaman laut dan samudera dikarenakan pada kedalam ini air laut memiliki massa jenis tinggi disbanding lapisan air diatasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, peris sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari shu atau perubahan kadar garam ditempat-tempat tertentu.
(Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6, edition, Englewood,Cliffs, Prentice-Hall Inc., s.205)

Tanpa adanya penelitiaan seseorang hanya mampu melihat gelombang permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keadaan gelombang internal didasar laut. Akan tetapi dalam surah An-Nur ayat 40 Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudera. Sungguh penelitian yang dilakukan para ilmuan sekali lagi membuktikan Kalam Allah.


Maha Besar Allah Atas Segala Firman-Nya.


sumber:

1 komentar: Leave Your Comments

  1. Melalui informasi Ayat tersebut mengandung informasi penjelasan tentang tujuh kegelapan di kedalaman pada bagian awal, dan tiga kegelapan tabir di bagian akhir.

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html