Sungai adalah
aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari
hulu (sumber) menuju hilir (muara).
Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut
sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang
Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah
tanah di Gua Pindul (Filipina).
Tapi apa jadinya jika sungai tersebut berada di dalam
laut, yang pada umumnya zat cair yang sama jenisnya berdampingan maka akan
tercampur, contohnya air kopi dan teh atau susu dan the dan lain-lain. Tetapi
ada sungai yang dijelaskan dalam Al-Qur’an yang berada didalam lautan. Seperti
dalam surah Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:
Artinya:
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir
(berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan
Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Ayat tersebut terbukti dengan ditemukannya sungai dalam
laut di daerah perairan Cenote Angelita, Mexico oleh seorang penyelam asal Perancis,
Mr. Jacques Yves Costeau. Beliau merupakan seorang ahli oceanographer yang
menjalani hidupnya denga menyelam keberbagai dasar samudera seantero dunia dan
membuat film documenter tentang keindahan alam dasar laut dan di tayangkan pada
TV ‘Discovery untuk titonton oleh seluruh dunia.
Selain ity, seorang penyelam bernama Anatoly Beloshcin,
mengambil berbagai gambar ‘sungai di dalam laut’ pada kedalaman 60 meter
dibawah permukaan laut dengan rasa air tawar dan menemukan air laut kemali
mulai melewati kedalaman 60 meter.dengan rasa asin.
Gambar Sungai Di dalam Laut
Ketika air tawar tersebut tidak tercampur
dengan air asin di bawah kedalaman laut, logika manusia akan menyebutkan bahwa
ada dinding yang dibuat di antara kedua sumber air tersebut. Namun ternyata
dinding tersebut tak pernah dibuat oleh manusia. Kenyataannya ialah, ada
semacam dinding alami yang ternyata tak tertembus dan membuat air tawar dan air
laut itu menjadi tercampur. Dinding tersebut telah diciptakan oleh Allah dan
hal itu telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an.
Dalam Surat Ar-rahan ayat 19 – 21,
tertulis bahwa,
”Dia membiarkan dua laut
mengalir yang kemudian keduanya bertemu di antara kedua batas yang tidak
dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.”.
Dari penjelasan tersebut maka telah
terbukti bahwa sebelum ada manusia yang sanggup menyelami dasar samudera dan
juga sebelum ada manusia yang memiliki peralatan untuk melakukan berbagai
penelitian, Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa ada tempat di bumi yang memiliki
pertemuan antara air tawar dan air asin, namun telah terdapat sebuah dinding
alami yang tak dapat ditembus oleh apapun juga. Secara ilmiah, fenomena ini
disebut dengan fenomena Hidrogen Sulfida yang berarti adanya pertemuan antara
air asin dan air tawar namun tidak tercampur. Bahkan fenomena ini juga membuat
air tawar yang berada di bawah laut tersebut memiliki bentuk yang mengalir
layaknya sebuah sungai.
Tak hanya sekedar terpisah dari air asin
secara alami, namun ada hal lain yang menakjubkan dari fenomena sungai air
tawar yang terdapat di kedalaman laut. Namun, di sekitar tepian sungai air
tawar tersebut, ternyata ditumbuhi berbagai dedaunan yang terdapat di sepanjang
tepiannya. Seperti layaknya sungai air tawar yang terdapat di daratan, berbagai
jenis dedaunan tumbuh di sepanjang sungai air tawar tersebut da menambah
keindahan sungai air tawar di bawah laut tersebut. Hal ini merupakan
tanda kekuasaan dan bukti nyata firman Allah.
sumber:
https://sh3liz.wordpress.com/2009/08/19/rahasia-dan-hikmah-qs-al-furqan-53/

Assalmualaikum sedikit menambahkan informasi tentang penemuan sungai di dalam laut bahwa salah satu penemunya telah menjadi muallaf yang dikabarkan dari beberepa media penemu tersebut bernama Mr. Jacques Yves Costeau seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis.
BalasHapusTerimakasih
males komen, nitip komen aja lah. buat tugas kan
BalasHapussubhanallah,,, terimakasih infonya
BalasHapus