Gunung- Gunung Berjalan

Kali ini akan membahas tentang gunung, banyak disebutkan tentang gunung pada ayat-ayat Al-Qur’an. Contohnya surat Al-Kahfi ayat 47, At-Thuur ayat 9-10 dan surat An-Naml ayat 88. Menurut tafsir Jalalain kebanyakan disebutkannya gunung dalam Al-Qur’an sendiri berkaitan dengan hari akhir. Dalam Surah An-Naml ayat 88 yang berbunyi:

Artinya:
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannnya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Banyak dari umat Islam yang kemudian mengartikan bahwa “berjalannya” gunung-gunung menunjukkan adanya pergerakan bumi pada porosnya karena gunung sendiri itu menancap di bumi sehingga ketika bumi berotasi dapat diartikan bahwa gunung-gunung pun ikut “berjalan. Ada lagi yang menginterpretasikan bahwa “berjalannya” gunung-gunung memang terjadi karena adanya gerakan kerak bumi tempat kita berada. Kerak bumi mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pertama kali pada awal abad ke-20 seorang ilmuan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Ibnu Katsir menyebutkan bahwa gunung-gunung itu bergerak seperti jalannya awan. Ia bergeser dari kediamanya, sebagaimana firman Allah pada surah At-Thuur ayat 9-10 yang artinya:
“Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang dan gnung-gunung benar-benar berjalan.”
Adalagi dalam surat Al-Kahfi ayat 47 yang artinya:
“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.”
Bergeraknya gunung-gunung yang dijelaskan dalam surah An-Naml ayat 88 juga berhubungan dengan ayat sebelumnya dan sesudahnya yakni ayat 87 dan 89 berhbungan dengan huru-hara hari akhir : (Dan kamu lihat gunubng-gunung itu) yakni kamu saksikan gunung-gunung itu sewaktu terjadinya tiupan malaikat Israfil (kamu sangka dia) (tetap) diam ditempatnya karena besarnya (padahal ia berjalan sebagai jalannya awan) bagaikan hujan yang tertiup angina, maksudnya gunung-gunung itu tampak seolah-olah tetap, padahal berjalan lambat seperti awan saking besarnya. Kemudian jatuh ke bumi lalu hancur lebur kemudian menjadi abu bagaikan bulu-bulu yang beterbangan. (Begitulah perbuatan Allah) lafalshun’a merupakan masdar yang merupakan masdar yang megukuhkan jumlah sebelumnya yang kemudian di-mudhaf-kan kepada fall-nya sesudah ‘amilnya dibuang, bentuk asalnya ialah shana’allah dzalika shun’an. Selanjutnya hanya sebutkan lafal shun’a yang kemudian dimudhaf-kan kepada fa’il-nya yaitu lafal Allah. Sehingga jadilah shun’allahi, artinya begitulah perbuatan Allah (yang membuat dengan kokoh) rapih dan kokoh (tiap-tiap sesuatu) yang dibuat-Nya (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan) lafal taf’alunadapat dibaca yaf’aluna yakni perbuatan maksiat yang dilakukan dengan musuh-musuh-Nya dan taat yang dilakukan oleh kekasih-kekasih-Nya.

sumber:

2 komentar: Leave Your Comments

  1. Bermanfaat sekali, terimakasih

    BalasHapus
  2. Ya, saya juga bingung kenapa para ulama menghubung2kan gunung berjalan dengan sains. Memang pasti alquran akan sesuai dengan ilmu eksak, tapi dalam konteks ini bukan bicara ttg itu, tpi konteks kiamat..

    Gunung berjalan saat kiamat, bukan berbicara ttg gunung selalu berjalan. Kalau penjelasannya, kiamat nanti akan trjadi bencana likuifasi (tanah menjadi cair) sehingga gunung seolah bergeser, seperti yang terjadi di palu..


    Semoga saja ini dapat merubah pembaca ttg hakikat makna gunung berjalan yg sesungguhnya

    BalasHapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html